Di label kosmetik, dua istilah ini sering muncul berdampingan: fragrance-free dan unscented. Keduanya kerap dianggap identik. Padahal, dalam formulasi kosmetik, keduanya tidak selalu berarti sama.
Istilah pada label kosmetik sering menyimpan makna teknis yang tidak langsung terlihat oleh konsumen. Salah satu contoh paling menarik adalah perbedaan antara klaim fragrance-free dan unscented.
Keduanya sering digunakan untuk memberi kesan bahwa produk lebih aman bagi kulit sensitif. Namun dalam praktik formulasi, kedua istilah tersebut memiliki implikasi yang berbeda terhadap komposisi bahan dan strategi pengembangan produk.
Pada label produk, fragrance biasanya merujuk kepada campuran bahan aromatik yang sengaja ditambahkan untuk memberikan aroma tertentu. Campuran ini dapat terdiri dari puluhan hingga ratusan molekul aromatik, baik sintetis maupun yang berasal dari minyak esensial.
Baca Juga: 'Clinically Proven': Kapan Klaim Ini Layak Digunakan?
Klaim fragrance-free pada umumnya berarti produk tidak mengandung bahan pewangi yang sengaja ditambahkan untuk memberikan aroma. Dengan kata lain, formulasi tersebut tidak memasukkan fragrance atau parfum sebagai komponen tambahan.
Namun, ini tak berarti produk benar-benar tidak memiliki aroma sama sekali. Beberapa bahan kosmetik, seperti ekstrak tanaman atau bahan aktif tertentu, secara alami memiliki bau khas yang tetap dapat tercium.
Menurut literatur formulasi kosmetik, aroma alami bahan baku sering kali masih muncul meskipun tidak ada penambahan parfum. Karena itu, fragrance-free lebih tepat dipahami sebagai ketiadaan bahan pewangi tambahan, bukan ketiadaan aroma secara absolut.
Dikutip dari beberapa ulasan ilmiah yang dimuat di Majalah Farmasetika, penggunaan klaim fragrance-free sering dikaitkan dengan upaya meminimalkan potensi iritasi atau sensitisasi kulit yang pada sebagian individu dapat dipicu oleh komponen parfum.
Baca Juga: Non-Comedogenic: Bagaimana Klaim Ini Dibuktikan?
Berbeda dengan fragrance-free, istilah unscented tak selalu berarti produk bebas bahan pewangi. Dalam beberapa formulasi, bahan penetral aroma dapat ditambahkan untuk menutupi bau alami dari bahan baku.
Artinya, suatu produk yang berlabel unscented bisa saja tetap mengandung komponen aromatik dalam jumlah kecil yang berfungsi untuk menyeimbangkan atau menetralkan bau tertentu.
Pendekatan ini sering digunakan ketika bahan aktif memiliki aroma yang cukup kuat sehingga perlu dikendalikan agar produk tetap nyaman digunakan.
Menurut sejumlah ahli formulasi kosmetik, perbedaan ini penting dipahami karena konsumen dengan kulit sangat sensitif terhadap parfum biasanya lebih disarankan memilih produk yang benar-benar berlabel fragrance-free dibanding sekadar unscented.
Bagi pengembang kosmetik, pemilihan klaim juga harus mempertimbangkan transparansi informasi kepada konsumen. Klaim yang tidak dipahami dengan benar dapat menimbulkan persepsi yang keliru terhadap keamanan suatu produk.
Di sinilah literasi label kosmetik menjadi penting. Memahami istilah seperti fragrance-free dan unscented membantu konsumen melihat komposisi produk secara lebih kritis dan tidak hanya bergantung pada kesan yang dibangun oleh klaim di kemasan. [][Tim Labcos/LC]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.